Peningkatan Pada Semua Lini Bisnis
Jakarta-"kba.ajiinews"
PT Astra International Tbk dan anak perusahaannya mengumumkan, pada kuartal I 2011 mengalami kenaikan pendapatan sebesar Rp 38,69 triliun (unaudited) atau naik 30% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 29,67 triliun. Sehingga, Astra membukukan laba bersih Rp 4,30 triliun, naik 43% dari Rp 3,014 triliun dan laba bersih per saham naik 43% menjadi Rp 1.063 dari Rp 744.
Sepanjang kuartal I kinerja Grup Astra mengalami peningkatan pada semua lini bisnis dan diharapkan ke depan permintaan terhadap produk dan jasa Grup Astra tetap tinggi. Namun terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami Jepang telah mengakibatkan adanya gangguan supply yang berpengaruh pada bisnis otomotif dan alat berat.
“Namun demikian, kami berharap bahwa kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan dapat normal kembali dalam waktu yang tidak lama. Tapi, kondisi perekonomian Indonesia yang kondusif, termasuk inflasi yang relatif stabil, meningkatnya harga komoditas dan kemudahan pembiayaan konsumen dengan suku bunga yang menarik akan mendukung penguatan kinerja Grup Astra di kuartal I 2011,” ungkap Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto dalam siaran persnya ke SP, Kamis (28/4).
Dia menjelaskan, kontribusi laba bersih divisi otomotif tumbuh sebesar 28% menjadi Rp 2,1 triliun. Total penjualan mobil nasional sepanjang kuartal pertama 2011 mencapai sekitar 225.000 unit, naik 30% dibandingkan periode yang sama tahun 2010. Porsi penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot dan UD Trucks) meningkat 27% menjadi 125.000 unit mewakili pangsa pasar sebesar 56% dibandingkan dengan kuartal I 2010 yaitu sebesar 57%.
Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional naik 20% menjadi sekitar 2 juta unit. Pangsa pasar PT Astra Honda Motor (AHM) mengalami peningkatan menjadi 50% dibanding 45% pada periode yang sama tahun sebelumnya yang didukung oleh kenaikan penjualan sebesar 32% menjadi sekitar 990.000 unit. Sedangkan, penjualan PT Astra Otoparts Tbk (AOP) mengalami sedikit penurunan laba bersih sebesar 7% menjadi Rp 259 miliar karena margin operasional yang sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2010.
Untuk jasa keuangan, perusahaan mengalami peningkatan 25% menjadi Rp 797 miliar. PT Federal International Finance (FIF), PT Astra Sedaya Finance (ASF) dan PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) naik 21% menjadi Rp 11,8 triliun. PT Asuransi Astra Buana membukukan sedikit peningkatan pendapatan yang berasal dari premi ritel dan komersial. Begitupun dengan PT Bank Permata Tbk membukukan peningkatan laba bersih Rp 321 miliar, naik 20% .
Di divisi alat berat dan pertambangan mengalami peningkatan 43% menjadi Rp 785 miliar. PT United Tractors Tbk mencatat laba bersih Rp 1,3 triliun, naik 43%. Di mana, penjualan alat berat Komatsu yang mencapai 2.207 unit atau meningkat 81%. Sementara itu PT Pamapersada Nusantara mencatat peningkatan produksi 1% menjadi Rp 18,8 juta ton dan peningkatan overburden removal sebesar 8% menjadi 166,7 juta bcm. Melalui tambang sendiri, Grup UT menjual 1 juta ton batu bara selama kuartal pertama 2011.
Sementara untuk divisi agribisnis mengalami peningkatan sebesar 140% menjadi Rp 521 miliar. PT Astra Agro Lestari Tbk meraih laba bersih Rp 654 miliar naik 140% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya seiring dengan produksi palm oil yang meningkat 26% menjadi 275.000 ton.
Sedangkan, laba bersih divisi infrastruktur dan logistik meningkat 163% menjadi Rp 221 miliar, terutama karena pemulihan atas penyisihan beban pajak penghasilan tahun sebelumnya. PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) berhasil meningkatkan penjualan sebesar 2% menjadi 36,9 m3. PT Marga Mandalasakti melaporkan kenaikan volume trafik sebesar 10% menjadi 7,6 juta kendaraan, sementara PT Serasi Auto Raya mengalami peningkatan keuntungan usaha yang didukung oleh kenaikan jumlah sewa kendaraan.
Laba bersih divisi teknologi informasi naik 21% menjadi Rp 17 miliar. PT Astra Graphia Tbk membukukan laba bersih Rp 22 miliar atau meningkat 23%. “Kami berharap kondisi perekonomian nasional dan global tahun ini akan terus membaik seiring dengan harapan kian pulihnya ekonomi dunia, meski beberapa tantangan harus terus diantisipasi, seperti kenaikan harga bahan bakar minyak dunia,” tambah Prijono. sumber.sp.on line[O-2]-//kba.ajiinews//
Tidak ada komentar:
Posting Komentar