Jumat, 29 April 2011

BCA Catat Laba Rp 2 Triliun di Q1

Penambahan Biaya Provisi Lebih Besar


Jakarta-"kba.ajiinews"

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada kuartal I 2011 membukukan kenaikan laba bersih bersih sebesar Rp 2 triliun atau naik 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum beban provisi dan pajak penghasilan sebesar Rp 2,7 triliun atau naik 22,7%.

Wakil Direktur Utama Jahja Setiaatmadja mengatakan , kenaikan yang hanya single digit itu disebabkan adanya penambahan biaya pencadangan (provisi) padahal tahun lalu ada pengurangan. Di mana, pada tahun ini BCA harus menambahkan biaya provisi sebesar Rp 129 miliar atau selisih Rp 303 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu ada pengurangan pencadangan, kalau sekarang ada penambahan pencadangan. Di tahun ini, pencadangan harus ditambahkan 1% sesuai permintaan Bank Indonesia. Tapi kalau dilihat sebenarnya laba kita 23% hampir,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (28/4).

Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan 13,8% yoy menjadi Rp 275,8 triliun, giro naik 22,4% yoy menjadi Rp 65,7 triliun dan tabungan naik 19,1% yoy menjadi Rp 145,6 triliun. Porsi dana giro dan tabungan tercatat 76,6% dari total DPK.

Sementara, deposito mengalami penurunan 2,7% yoy menjadi Rp 64,5 triliun. Sedangkan, portofolio kredit tumbuh 24,4% yoy menjadi Rp 150,3 triliun dengan rasio terhadap LDR meningkat menjadi 54,4% dari tahun sebelumnya 49,6%. Kredit konsumer mencatat pertumbuhan 36,2% yoy menjadi Rp 38,7 triliun didorong oleh pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kendaraan bermotor roda empat (KKB). KPR meningkat 41,8% yoy menjadi Rp 19,5 triliun sedangkan KKB meningkat 34,6% yoy menjadi Rp 14,3 triliun.

Selain itu, kartu kredit tumbuh 21,3% yoy menjadiRp 4,9 triliun. Adapun, penyaluran kredit ke segmen UKM dan komersial tumbuh 27,9% yoy menjadi Rp 59,5 triliun sementara kredit kepada nasabah korporasi meningkat 14,1% yoy menjadi Rp 52,1 triliun. NPL ada di 0,7% dengan rasio cadangan terhadap NPL sebesar 390,2%.sumber sp.on line [O-2]-//kba.ajiinews//

Tidak ada komentar:

Posting Komentar